Rumah Madu · Ujung Kulon

Madu liar dari hutan, dipanen bukan diternak.

Lebah Apis dorsata bersarang di pohon-pohon tinggi dan tidak bisa diternak. Rasa, aroma, dan warnanya ikut berganti mengikuti musim bunga hutan, jadi tiap panen sedikit berbeda.

Apis dorsata · lebah liar Ujung Kulon · Pulau Panaitan, Banten Mulai Rp55.000
Botol Madu Odeng dipegang tangan
Madu OdengApis dorsata · madu hutan murni
Isi sarang

Jenis madu kami

Pilih satu jenis, maka produk, cerita, asal panen, dan cara penyimpanannya ikut berganti. Sekarang baru Madu Odeng; jenis lain menyusul.

Segera hadir

Jenis berikutnya

Segera hadir
Segera hadir

Madu Odeng (Apis dorsata)

Jenis: Apis dorsata (Odeng)

Madu hutan murni dari lebah liar Apis dorsata, dipanen oleh petani madu hutan Ujung Kulon – Pulau Panaitan.

Pilih ukuran
1
Total
Rp 55.000

Data pengiriman

Isi di sini biar langsung rapi di pesan WhatsApp (boleh dilengkapi saat chat juga).

Pesanan dikirim sebagai chat, kamu masih bisa ubah sebelum mengirim.

Tentang madu ini

Kenapa Madu Odeng terasa khas

Madu Odeng berasal dari lebah liar Apis dorsata, yang disebut odeng oleh masyarakat setempat. Lebah ini tidak bisa diternak, sehingga madunya hanya dipanen dari hutan.

Rasa, aroma, dan warna madu bisa sedikit berbeda antar panen karena bunga hutan berganti mengikuti musim. Madu hutan biasanya lebih encer dari madu ternak dan bisa berbuih atau mengkristal secara alami, yang wajar dan tidak mengurangi kualitasnya.

Asal panen

Ujung Kulon – Pulau Panaitan, Banten. Dipanen langsung oleh petani madu hutan dari sarang lebah liar di pepohonan tinggi.

Cara penyimpanan

Simpan madu di suhu ruang, jauh dari sinar matahari langsung, dan tidak perlu dimasukkan ke kulkas. Karena kadar air alaminya cukup tinggi, madu ini bisa berfermentasi dan menghasilkan gas. Buka tutup botol sesekali, sekitar 2–3 hari sekali, lalu tutup kembali. Buka perlahan dan jauhkan botol dari wajah. Buih atau sedikit rasa asam akibat fermentasi alami itu wajar. Gunakan sendok yang bersih dan kering.

Apa yang membuatnya beda

Madu hutan, apa adanya dari alam

Dari lebah liar

Apis dorsata tidak bisa diternak. Madunya hanya bisa dipanen dari hutan.

Berubah tiap musim

Rasa, aroma, dan warna bisa berbeda antar panen karena bunga hutan berganti.

Tanda alami wajar

Madu hutan lebih encer, bisa berbuih atau mengkristal. Itu wajar, bukan tanda rusak.

Testimoni pelanggan

Apa kata mereka

Contoh tampilan, akan diisi testimoni asli pelanggan

[Kutipan testimoni asli akan tampil di sini.]

?
Nama PelangganKota, contoh

[Kutipan testimoni asli akan tampil di sini.]

?
Nama PelangganKota, contoh

[Kutipan testimoni asli akan tampil di sini.]

?
Nama PelangganKota, contoh
Pertanyaan yang sering diajukan

FAQ

Apakah madunya asli dan murni?
Ya. Madu Odeng adalah madu hutan murni dari lebah liar Apis dorsata, dipanen langsung dari hutan tanpa campuran.
Kenapa madunya lebih encer atau berbuih?
Madu hutan biasanya lebih encer daripada madu ternak, dan bisa berbuih atau mengkristal secara alami. Itu wajar dan tidak mengurangi kualitasnya.
Bagaimana cara menyimpannya?
Simpan di suhu ruang, jauh dari sinar matahari, tanpa kulkas. Buka tutup sekitar 2–3 hari sekali untuk melepas gas fermentasi, lalu tutup lagi. Gunakan sendok yang bersih dan kering.
Ukuran apa saja yang tersedia?
Madu Odeng tersedia tiga ukuran: 150 ml (Rp55.000), 250 ml (Rp85.000), dan 500 ml (Rp150.000).

Coba satu botol dulu?

Kirim pesananmu lewat WhatsApp, kami balas dengan total dan ongkir.

Lihat jenis madu